SHARING SESSION AGROMODERN BRMP RIAU Seri 5 : DORONG KEMANDIRIAN BENIH DAN BUDIDAYA BAWANG MERAH
BRMP Riau kembali menggelar Sharing Session Agromodern Seri-5 secara daring via Zoom Meeting, Jumat (21/8/2026). Kegiatan mengangkat tema “Budidaya Bawang Merah” dengan narasumber Pejabat Fungsional PMHP BRMP Riau, Suhendri Saputra, SP., MP. dan moderator Eka Novriandeni, S.Pt. Kegiatan ini diikuti sekitar 275 peserta yang terdiri dari: penyuluh BPPSDMP wilayah kerja Provinsi Riau (Kabupaten/Kota), pegawai BRMP Riau. Sesi ini membahas peluang dan tantangan pengembangan bawang merah di Riau, terutama terkait ketersediaan benih yang hingga kini masih banyak didatangkan dari Brebes.
Dalam pemaparannya, Suhendri menjelaskan SOP budidaya bawang merah dataran rendah mulai dari syarat tumbuh, persiapan lahan, benih, penanaman, pemeliharaan, pengendalian OPT, hingga panen dan pascapanen. Tiga penyakit utama yang perlu diwaspadai adalah Moler (Fusarium sp.), Embun Tepung (Peronospora sp.), dan Trotol (Alternaria sp.).
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kampar, dan Pekanbaru. Topik yang dibahas antara lain pemilihan varietas untuk lahan gambut dan tanah berpasir, pencegahan penyakit, kendala benih yang rusak selama pengiriman, pengembangan demplot, serta peluang penerapan teknologi True Shallot Seed (TSS). Peserta juga mengusulkan pengembangan TSS melalui pembagian peran usaha, mulai dari produksi benih, persemaian, hingga pembesaran untuk menghasilkan umbi konsumsi.
Kepala BRMP Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa Riau memiliki sejumlah lokasi yang berpotensi dikembangkan sebagai sentra perbenihan bawang merah. Berbagai model perbenihan dapat disiapkan sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan petani. Ia juga mengajak para PPL untuk belajar langsung pada periode kedua pertanaman bawang merah di IP2MP Kubang, bersama tim teknis. Melalui penguatan perbenihan, penerapan teknologi budidaya, dan manajemen risiko, BRMP Riau mendorong terwujudnya produksi bawang merah yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Provinsi Riau.